• twitter
  • facebook
  • youtube
enid
Merek

MEREK

Merek adalah tanda yang berupa gambar, nama kata-kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa.

MEREK DAGANG

Merek dagang adalah merek yang digunakan pada barang yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan barang-barang sejenis lainnya.

MEREK JASA

Merek jasa adalah merek yang digunakan pada jasa yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan jasa-jasa sejenis lainnya.

MEREK KOLEKTIF

Merek kolektif adalah merek yang digunakan pada barang dan/atau jasa dengan karakteristik yang sama yang dengan diperdagangkan oleh beberapa orang atau badan hukum secara bersama-sama untuk membedakan dengan barang dan/atau jasa sejenis lainnya.

Pengertian Konsultan Kekayaan Intelektual

Sebagaimana peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 84 Tahun 2006 dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2005 :

Konsultan Hak Kekayaan Intelektual adalah orang yang memiliki keahlian di bidang Hak Kekayaan Intelektual dan secara khusus memberikan jasa di bidang pengajuan dan pengurusan permohonan di bidang Hak Kekayaan Intelektual yang dikelola oleh Direktorat Jenderal dan terdaftar sebagai Konsultan Hak Kekayaan Intelektual di Direktorat Jenderal dan Konsultan kekayaan intelektual kinerjanya berhubungan langsung ditengah-tengah masyarakat untuk melaksanakan ketentuan Pasal 25 ayat (4) Undang-undang Nomor 14 Tahun 2001 tentang paten, Pasal 15 Undang-undang No. 31 Tahun 2000 Tentang Desain Industri, Pasal 13 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2000 tentang Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu, Pasal 7 ayat (9) Undang-undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek,  Undang-undang Nomor 28 Tahun 2015 Tentang Hak Cipta dan Undang-undang dibidang hak kekayaan intelektual lain.

Fungsi Merek

Pemakaian merek berfungsi sebagai:

  1. Tanda pengenal untuk membedakan hasil produksi yang dihasilkan seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum dengan produksi orang lain atau badan hukum lainnya.
  2. Sebagai alat promosi, sehingga mempromosikan hasil produksinya cukup dengan menyebut mereknya.
  3. Sebagai jaminan atas mutu barangnya.
  4. Menunjukkan asal barang/jasa yang dihasilkan.

 

Yang dapat mengajukan pendaftaran Merek

  1. Orang (Person);
  2. Badan Hukum (Recht Person);
  3. Beberapa orang atau badan hukum (Pemilik Bersama)

 

Fungsi Pendaftaran Merek

  1. Sebagai alat bukti bagi pemilik yang berhak atas merek yang didaftarkan,
  2. Sebagai dasar penolakan terhadap merek yang sama keseluruhan atau sama pada pokoknya yang dimohonkan pendaftaran oleh orang lain untuk barang/jasa sejenis,
  3. Sebagai dasar untuk mencegah orang lain memakai merek yang sama keseluruhan atau sama pada pokonya dalam peredaran untuk barang/jasa sejenis.

 

Penyebab Merek Tidak Dapat Didaftarkan

  1. Didaftarkan oleh pemohon yang beritikad tidak baik;
  2. Bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, moralitas keagamaan, kesusilaan, atau ketertiban umum.
  3. Tidak memiliki daya pembeda,
  4. Telah menjadi milik umum,
  5. Merupakan keterangan atau berkaitan dengan barang atau jasa yang dimohonkan pendaftarannya (Pasal 4 dan Pasal 5 UUM)

 

Penyebab Permohonan Merek Ditolak

  1. Mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan marek milik pihak lain yang sudah terdaftar lebih dulu untuk barang dan/atau jasa yang sejenis;
  2. Mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan merek yang sudah terkenal milik pihak lain untuk barang dan/atau jasa sejenis;
  3. Mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan merek yang sudah terkenal milik pihak lain untuk barang dan/atau jasa yang tidak sejenis sepanjanga memenuhi persyaratan tertentu yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah.
  4. Mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan indikasi geografis yang sudah dikenal;
  5. Merupakan atau menyerupai nama orang terkenal, foto, atau nama badan hukum yang dimiliki orang lain, kecuali atas persetujuan tertulis dari yang berhak.
  6. Merupakan tiruan atau menyerupai nama atau singkatan nama, bendera, lambang, atau simbol, atau emblem negara atau lembaga nasional manapun international, kecuali atas persetujuan tertulis dari pihak yang berwenang.
  7. Merupakan tiruan atau menyerupai tanda atau cap atau stempel resmi yang digunakan oleh negara atau lembaga pemerintahan, kecuali atas persetujuan tertulis dari pihak yang berwenang.

 

Ketentuan pidana

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 15 tahun 2001 tentang merek

Pasal 90

Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan merek yang sama pada keseluruhan dengan merek terdaftar milik pihak lain untuk barang dan/atau jasa sejenis yang diproduksi dan/atau diperdagangankan, dipidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.1.000.000.000,- (satu miliar rupiah).

Pasal 91

Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan merek yang sama pada pokoknya dengan merek terdaftar dengan pihak lain untuk barang dan/atau jasa sejenis yang diproduksidan/atau diperdagangkan, dipidana penjara paling lama 4 (empat) Tahun dan/atau denda paling banyak Rp.800.000.000,- (delapan ratus juta rupiah).